Postmaturitas

DEFINISI

Post-maturitas adalah suatu keadaan dimana bayi lahir setelah usia kehamilan melebihi 42 minggu.

Ketika usia kehamilan memasuki 40 minggu, plasenta mulai mengecil dan fungsinya menurun. Karena kemampuan plasenta untuk menyediakan makanan semakin berkurang, maka janin menggunakan persediaan lemak dan karbohidratnya sendiri sebagai sumber energi. Akibatnya, laju pertumbuhan janin menjadi lambat.

Jika plasenta tidak dapat menyediakan oksigen yang cukup selama persalinan, bisa terjadi gawat janin, sehingga janin menjadi rentan terhadap cedera otak dan organ lainnya.
Cedera tersebut merupakan resiko terbesar pada seorang bayi post-matur dan untuk mencegah terjadinya hal tersebut, banyak dokter yang melakukan induksi persalinan jika suatu kehamilan telah lebih 42 minggu.

PENYEBAB

Penyebab terjadinya post-maturitas biasanya tidak diketahui.

GEJALA

Gambaran fisik bayi post-matur:
– Panjangnya cukup umur, tetapi berat badannya rendah sehingga tampak kurus
– Matang, berada dalam keadaan siaga
– Lemak di bawah kulitnya sedikit sehingga kulit pada lengan dan tungkainya tampak menggelambir
– Kulitnya kering dan mengelupas
– Kuku jari kaki dan kuku jari tangannya panjang
– Kuku jari kaki, kuku jari tangan dan pusarnya berwana kehijauan atau kecoklatan karena mekonium (tinja pertama bayi).

KOMPLIKASI

1. Hipoglikemia, karena cadangan energi pada saat dilahirkan sangat rendah dan bahkan akan lebih rendah lagi jika pasokan oksigen selama persalinan juga rendah
2. Sindroma Aspirasi mekonium

Tuesday Morning,
Departemen of Family and Consumer Sciences-College of Human Ecology- Bogor Agricultural University

Lecturer : Prof.Dr.Ir.Ujang Sumarwan, M.Sc

Session 4

Pengolahan Informasi dan Persepsi Konsumen
By: Mardiana – Family and Consumer Sciences – College of Human Ecology

Pertanyaan :

1. Mengapa sebuah iklan dapat meningkatkan stimulus pada konsumen?
2. Bagaimana proses pengolahan informasi terjadi pada diri konsumen?
3. Produsen membuat suatu iklan dengan tujuan untuk menanamkan memori jangka panjang kepada konsumen. Lalu, bagaimana dengan perusahaan yang memiliki brand terkenal namun dia tidak pernah meng-iklankan produk tersebut seperti misalnya PT.Melia Nature. Hal apa saja yang dilakukan produsen untuk menanamkan memori jangka panjang terhadap konsumen tanpa meng-iklankan produknya?

Jawab :

1. Sebuah iklan dapat meningkatkan intensitas stimulus karena ketika iklan tersebut dibaca atau didengar oleh konsumen, konsumen melakukan sensory adaptation. Yaitu, peng-adaptasian suatu stimulus menjadi suatu memori yang akan di interpretasikan oleh konsumen menjadi suatu persepsi.
2. Proses pengolahan informasi adalah proses dimana konsumen mendapatkan informasi kemudian terlibat dengan itu lalu memahaminya, kemudian menyimpan dalam bentuk memori, dan mengambilnya untuk digunakan nanti.
3. Dalam hal ini produsen PT.Melia Nature memilih suatu cara yaitu menjadikan produk perusahaan dia menjadi suatu Multi level marketing yang menarik banyak individu untuk memasarkan produknya dengan memberikan suatu reward dan bonus uang dalam pelaksanaanya. Si produsen sangat cerdik melihat peluang pasar dan menjadikan perusahaannya berbeda dengan MLM lainnya. Dengan menjalankan sistem ini, produsen mendapatkan outcomes yang tinggi sehingga produknya dikenal luas oleh masyarakat kelas menengah ke atas. Namun, selain mendapatkan keuntungan produsen juga memberikan peluang usaha kepada individu-individu yang membutuhkannya. Oleh karena itu, produk PT.Melia Nature terkenal dengan khasiat produk dan bisnis MLMnya di memori konsumen walau produsen sendiri tidak menggunakan iklan untuk memasarkannya.

Tuesday Morning,
Departemen of Family and Consumer Sciences-College of Human Ecology- Bogor Agricultural University

Lecturer : Prof.Dr.Ir.Ujang Sumarwan, M.Sc

Session 3

Gaya Hidup PKO pagi
By: Mardiana – Family and Consumer Sciences – College of Human Ecology

Karakter positif yang ada pada diri kami :
1. Sabar
2. Pemaaf
3. Rapih
4. Murah senyum
5. Humoris
6. Semangat
7. Easy going

Karakter negative yang ada pada diri kami:
1. Cepat panic
2. Moody
3. Cepat menangis (cengeng)
4. Menunda-nunda pekerjaan
5. Malas
6. Cemburuan
7. Pemalu

Gaya hidup dari masyarakat sekarang suka mengikut-ikuti artis dan konsumtif, serta tidak peduli dengan lingkungan alam contohnya banyak yang membuang sampah sembarangan. Selain itu, gaya hidup artis yang sekarang sedang tren di tengah-tengah masyarakat yaitu gaya ala Syahrini, mulai dari cara berpakaian, aksesoris, hingga tren bahasa “Alhamdulillah yaa”. Dalam segi teknologi yang sedang tren saat ini pemakaian gadget seperti Blackberry, ipad, dan sebagainya. Dan sekarang orang sedang marak-maraknya menggunakan jejaring sosial contohnya facebook dan twitter.
Demam korea dari kalangan anak-anak hingga orang dewasa dengan bermunculannya boyband-boyband ala Korea dikalangan masyarakat saat ini.

Tuesday Morning,
Departemen of Family and Consumer Sciences-College of Human Ecology- Bogor Agricultural University

Lecturer : Prof.Dr.Ir.Ujang Sumarwan, M.Sc

Session 2

Slogan Jeans
By: Mardiana – Family and Consumer Sciences – College of Human Ecology

our slogan jeans :
Jeans… Make me looks sexy and elegant

our slogan is including in Maslow’s theory about self-actualization needs where the need of wearing jeans for looks sexy and chraming in front of everyone.

Tuesday Morning,
Departemen of Family and Consumer Sciences-College of Human Ecology- Bogor Agricultural University

Lecturer : Prof.Dr.Ir.Ujang Sumarwan, M.Sc

Session 1

Consumer Expenditure Type
By: Mardiana – Family and Consumer Sciences – College of Human Ecology

Consumer expenditure type can be accurate with propose some question to consumers, threre are:
1. What kind of product/service that frequently they buy?
2. Why are they buy that product/service ?
3. When are they buy that product/service ?
4. Where are they buy that product/service ?
5. How often they are buy that product/service ?
6. How often they used that product/service ?

With all of question above , we can see how the type of consumer expenditure, for example : What kind of product that women buy for their beauty ? Also the answer is cosmetic, clothes, accessories, and the other things which can make women looks beauty. After we know what , why, when, where, how often they buy and used the product, we can know their expenditure type.

Some Question for us :
• Why are Indonesian people prefer buy import products than local products ?
• How can environment influence in taking decision of consumer?

Kisah tentang seorang pandai besi dan muridnya
Alkisah, ada seorang pemuda yang memutuskan untuk menjadi pandai besi. Maka, ayahnya pergi mendatangi seorang pandai besi yang sudah tua, yang terbaik dan paling bijak di kota, untuk meminta agar putranya bisa mendapat bimbingan. Si pandai besi setuju dengan pengaturan itu dan meminta mereka kembali minggu berikutnya.
Pada hari pertama, si pemuda mengamati apa yang dikerjakan pandai besi itu. Dia belajar tentang peralatan yang dibutuhkan, seperti jenis-jenis api tempa, paron, dudukan paron, tang, palu, pahat kotak, pahat, alat pelubang, catok, peralatan membakar, dan alat-alat ukur. Lalu, hari demi hari, dia mulai belajar lebih banyak tentang proses menempa besi.
Pemuda itu bekerja dengan sangat baik dan belajar dengan sangat cepat sehingga si pandai besi senag kepadanya, “ Nak,sekarang waktunya kau mencoba keseluruhan proses menempa besi sendiri. Ingatlah, pengaturan waktu dan akurasi itu penting.”
Maka, dengan penuh semangat pemuda itu, untuk pertama kalinya, memulai proses menempa besi sendirian saja. Dia memulai dengan mengidentifikasi peralatan, menyiapkan api, dan memahami bentuk akhir yang diinginkan. Si pandai besi yang arif terus menerus mengamati pemuda itu untuk memastikan bahwa segala sesuatunya dikerjakan dengan tepat.
Semuanya berjalan baik sampai si pemuda mencapai tahap terakhir, yaitu benar-benar membentuk besi. Ketika besi sudah merah membara, dia cepat menarik keluar besi itu dan meletakkan di atas paron. Secepat dia bisa, dia gunakn palu dan paron, dan mulai membentuk kembali besi itu menjadi rancangan yang di inginkan.
Sayangnya, dia masih terlalu lambat, dan tangannya tidak cukup kuat untuk menempa besi itu menjadi bentuk yang dia inginkan, maka dia harus memasukkan lagi besi itu ke dalam tungku untuk di panaskan. Lalu dia ulangi lagi prosesnya begitu dia melihat bahwa besi itu sudah merah membara. Dia memukul dan memukul. Sekali lagi, dia belum berhasil membentuk besi itu dan harus memanaskan lagi.
Hal ini membuat pemuda itu frustasi. Biasanya dia melihat gurunya melakukan semuanya hanya dengan sepersekian waktu yang dia habiskan. Si pandai besi melihat wajah kesal pemuda itu.
Malamnya, mereka bersantap bersama. Tepat sesudahnya, pandai besi yang arif itu duduk bersama si pemuda dan menanyakan pengalaman si pemuda sore itu. Tentu saja si pemuda menceritakan rasa frustasinya.
Pandai besi itu tersenyum dan berkata, “Nak, kau tahu apa yang kurang dalam keselutuhan proses radi?”
“Tidak. Rasanya saya sudah melakukan semuanya dengan benar,” jawab pemuda itu bingung.
“Ya, kau memang bekerja dengan baik samapi kau tiba di bagian yang menentukan. Kau belum siap ketika besi itu berubah merah. Kau harus menerksm besi itu seperti harimau lapar melihat mangsanya. Siagalah. Pintu kesempatan yang kau punya hanya terbuka sebentar sekali. Kalau kau belajar menguasai hal itu, waktu yang kau butuhkan akan lebih singkat.” Nasihat si pandai besi.
Ketika pemuda itu mengucapkan terima kasih dan menyalaminya, si pandai besi yang bijak berkata kepada muridnya yang masih muda, “Ingatlah, Nak, kau harus menempa selagi besi iru panas.”

Kisah ini sangat membuatku terkesan. Apalagi kata menempa selagi besi itu panas. Semua ini tentang kesempatan yang diberikan kepada kita. Kesempatan tidak berlangsung selamanya. Seperti kesempatan waktu tenggang kita, kesehatan kita, kekayaan kita, dan begitu banyak hal lain dalam hidup ini.
Kisah ini membuatku berpikir bahwa kita tidak boleh lambat menangkap kesempatan dalam hidup ini. Setiap kesempatan yang ada kita harus memanfaatkannya dengan baik agar tidak menyia-nyiakan kesempatan yang akhirnya membuat kita menyesal seumur hidup. Apa yang bisa kita kerjakan hari ini maka kerjakan lah karena belum tentu besok kesempatan itu ada lagi buat kita. Dan jika kita sekali membuat keputusan dalam hidup maka kita harus berani memikul tanggung jawab berkenaan dengan keputusan yang kita ambil.
Maka mulai sekarang marilah kita selalu siaga menangkap kesempatan, berani mengambil keputusan dan menjalani keputusan itu apaun yang terjadi. Semoga kisah ini dapat memberi inspirasi dalam hidup kita.

September

16

Cintai Ibumu

Pada suatu hari Ibrahim bim Adham mencoba memasuki tempat mandi umum. Si penjaga menghentikannya dan meminta ongkos masuk. Ibrahim tertegun dan mengaku bahwa dia tidak punya uang. Si penjaga menjawab, “ Kalau tidak punya uang, kau tidak boleh masuk.” Ibrahim memekik dan teresungkur ke tanah sambil terisak sedih. Seorang pejalan kaki berhenti untuk menghiburnya. Seseorang menawarinya uang agar dia bisa masuk ke tempat mandi umum tersebut.

Ibrahim bin Adham berkata, “Aku menangis bukan karena ditolak masuk. Ketika penjaga itu meminta uang masuk, aku teringat sesuatu yang membuatku menangis. Jika aku tidak diperbolehkan masuk ke tempat mandi di dunia ini kecuali jika aku membayar ongkos, apa ada harapan bagiku diperbolehkan masuk surga? Apa jadinya aku bila mereka menuntut, amal baik apa yang kau bawa? Apa yang sudah kau perbuat hingga kau layak di ijinkan masuk surga? Persis seperti aku di tolak masuk ke tempat mandi ini karena aku tidak bias membayar, sudah pasti aku akan di tolak masuk surga jika aku tidak punya amal baik. Itulah sebabnya aku menangis dan meratap.”

Semua yang mendengarkan pun merenungkan hidup dan amalan mereka sendiri, dan mereka mulai menangis bersama Ibrahin bin Adham.

Astaghfirullah, betapa mengharaukannya cerita ini. Benar sekali kata-kata yang di tutrkan pria dalam kisah tadi. Satu tiket menuju surga, menuju tempat hidup kita yang abadi, terletak pada kepatuhan dan rasa berbakti kita kepada ibu kita. Pada ibu kita lah surga terletak. Seperti hadis Nabi Muhammmad SAW yang berbunyi “ teguhlah berbakti kepadanya karena surga terletak di bawah telapak kakinya.”

Nabi Muhammad SAW pernah berkata

Abu Hurairah (ra) berkata : “Seorang laki-laki menemui Rasulullah saw dan berkata,’Ya Rasulullah, siapakah di antara keluargaku yang paling berhak kudampingi?’ Nabi berkata, ‘Ibumu.’ Laki-laki itu bertanya, ‘Lalu siapa?’ Nabi berkata, ‘ Ibumu.’ Laki-laki itu bertanaya lagi, ‘Kemudian siapa?’ Beliau berkata, ‘Ibumu.’ Laki-laki itu bertanya kembali, ‘Setelah itu siapa?’ Nabi menjawab, ‘Ayahmu.”

Al-Bukhari dan Muslim

Hadis ini menunjukkan kepada kita bahwa ibu kita tidak hanya sangat penting bagi kita jika kita ingin masuk surga, tetapi juga mereka harus menjadi fokus utama kita di dunia ini bila dibandingkan dengan manusia-manusia lain. Ibu kitalah yang oleh Allah telah di tetapkan sebagai orang yang paling layak kita damping di dunia ini.

Kisah ini sangat memotivasi saya dan tentu juga kita semua untuk selalu berbakti dan mencintai ibu kita . maka perlakukanlah mereka denagn baik dan berkata yang halus-halus sajalah kepada ibu kita, karena satu tukiret menuju surga adalah dengan berbakti kepada ibu kita. Semoga kisah ini bias menginspirasi hidup kita.